content news
News > Corporate News

23 Maret 2013
PROPER Untuk Lingkungan

Kementrian Lingkungan Hidup kini gencar mendorong Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan ( PROPER ). Hal ini demi terlaksananya Penaatan Peraturan Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, Program ini bertujuan mendorong perusahaan agar taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa. Penerapan keunggulan ini dilakukan melalui sistem manajemen lingkungan, 3R (Reduce, Reuse, Recycle), efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Supaya perusahaan menjalankan program yang sempat terhenti pada 1996 akibat krisis ini maka Kementrian Lingkungan Hidup memberikan insentif dan disinsentif kepada penanggung jawab usaha atau kegiatan. Pemberian penghargaan PROPER berdasarkan pada penilaian kinerja penanggung jawab dalam pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

Penilaian kinerja berdasarkan kriteria penilaian PROPER terdiri atas kriteria ketaatan yang digunakan untuk pemeringkatan biru, merah, dan hitam serta kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) untuk pemeringkatan Hijau dan Emas.

Selengkapnya sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2011 tentang PROPER menjelaskan mengenai lima warna yang akan dilabelkan sebagai bentuk penilaian seperti:  

a. Emas, diberikan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan (environmental excellency) dalam proses produksi dan/atau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat;

b. Hijau, diberikan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumberdaya secara efisien melalui upaya 4R (Reduce, Reuse, Recycle dan Recovery), dan melakukan upaya tanggung jawab sosial (CSR/Comdev) dengan baik;

c. Biru, diberikan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan;

d. Merah, diberikan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang upaya pengelolaan lingkungan hidup dilakukannya tidak sesuai dengan persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan; dan

e. Hitam, diberikan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan atau tidak melaksanakan sanksi administrasi.

Pada lima Februari lalu PT.Krakatau Daya Listrik (PT KDL) melaksanakan pra-Proper Oleh Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Cilegon. PT KDL sendiri membentuk Team independen untuk  Pra-Proper yang bertugas menyiapkan dokumen maupun data lapangan agar terlengkapi seluruh data yang dibutuhkan Team Pra-Proper BLH Kota Cilegon. Harapan PT KDL pada 2013, Perusahaan yang terletak di bibir laut  ini dapat mencapai prestasi bendera Hijau. (Aat/hag)


***


 Dilihat : 437 kali


Kantor Jakarta: Gedung Krakatau Steel Lt 7, Jl. Jend Gatot Subroto Kav 54, Jakarta - Indonesia | Phone 021. 3729.1962, Fax. 021.5235.553
Kantor Cilegon: Jl. Amerika I, Kawasan Industri Krakatau. Cilegon 43443 Indonesia | Phone 0254.315001 / 371330 | email: info@kdl.co.id

© 2011 PT Kralatau Daya Listrik