content news

Produk > Power System

Power System

PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) memiliki lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masing-masing berkapasitas 80 MW dengan total kapasitas terpasang 400 MW.

Tiap unit pembangkit, terdiri dari satu boiler (ketel), satu turbin generator dan ragam peralatan pembantu lainnya. Masing-masing unit pembangkit dipasangkan sistem pengumpul (manifold) pada sisi air, uap dan bahan bakar. Saat ini manifold yang ada berjumlah tujuh pipa. Dengan adanya manifold di tiap unit ini, maka antara boiler dengan turbin generator dapat dioperasikan dari unit yang berbeda. Sebagai ilustrasi jika turbin generator dari unit dua hendak dioperasikan dari boiler unit satu, maka sistem kontrol pembangkit milik PT KDL ini dapat melakukannya secara langsung tanpa harus mengatur ulang sistem yang ada.

Sebagai air penunjang operasi boiler, digunakan air tawar yang telah dimurnikan dalam Water Treatment Plant (WTP). Air inilah yang kemudian akan diubah menjadi uap dan difungsikan sebagai penggerak utama turbin di tiap unit pembangkit. Air laut yang berada di sisi terluar pabrik, turut dimanfaatkan PT KDL sebagai media pendingin uap sisa penggerak turbin hingga menjadi air kondensat.

Bahan bakar utama dari PLTU PT KDL adalah Gas alam (Natural Gas) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) Residu. Kedua bahan bakar ini dapat digunakan sendiri-sendiri maupun bersamaan. Seperti diketahui, pembangkit listrik PT KDL mampu mengaplikasikan mekanisme Dual Firing, yaitu mekanisme pembakaran yang dapat menggunakan bahan bakar gas juga BBM secara bersamaan.

Sistem Jaringan Distribusi

Secara garis besar, jaringan transmisi dan distribusi milik PT KDL berupa jaringan listrik bawah tanah (underground). Bila hendak dibandingkan dari segi kehandalan, jaringan listrik underground akan lebih mudah dioperasikan daripada jaringan overhead (hantaran udara). Sekitar 95 persen jaringan distribusi PT KDL menggunakan saluran kabel bersistem ring.

Mekanisme distribusi aliran listrik PT KDL bermula dari pembangkitan energi listrik di masing-masing generator sebesar 10,5 kilovolt (kV). Agar dapat tersalur dengan baik, tegangan tersebut kemudian dinaikkan menjadi 150 kV ke rel pembagi (busbar). Dari tiap busbar inilah tegangan yang telah disesuaikan disalurkan ke tiap pelanggan PT KDL mulai dari 30 kV, 20 kV, 6 kV hingga 400 Volt. 

PT KDL menjamin kualitas energi listrik yang diproduksi sesuai standar industri. Untuk itu, PT KDL membangun sebuah sistem kompensator untuk menjaga stabilitas tegangan. PT KS sebagai konsumen utama, mendapatkan pemasangan sistem kompensator pada tiap pabriknya.

Interkoneksi dengan Perusahaan LIstrik Negara (PLN)

Awalnya pembangkit PT KDL ini dirancang untuk beroperasi secara mandiri (isolated system). Namun seiring berjalannya waktu, pembangunan pabrik-pabrik baru di Kawasan Industri Krakatau juga terus berkembang. Untuk mengantisipasi hal tersebut PLTU PT KDL berinterkoneksi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jaringan transmisi PT KDL terinterkoneksi dengan jaringan 150 kV PLN melalui Hantaran Udara Tegangan Tinggi (HUTT).
Saat ini kontrak suplai listrik dari PLN sebesar 200 MVA. Sejak Agustus 2003, kontrak suplai ini diperluas dengan perjanjian sinergi pengiriman listrik antara PLN, PT KS, dan PT KDL. Hal ini demi mengimbangi kondisi krisis energi listrik saat Waktu Beban Puncak (WBP). Saat kondisi darurat, jaringan interkoneksi ini akan saling bahu-membahu dalam proses start up pembangkit.


Kantor Jakarta: Gedung Krakatau Steel Lt 7, Jl. Jend Gatot Subroto Kav 54, Jakarta - Indonesia | Phone 021. 3729.1962, Fax. 021.5235.553
Kantor Cilegon: Jl. Amerika I, Kawasan Industri Krakatau. Cilegon 43443 Indonesia | Phone 0254.315001 / 371330 | email: info@kdl.co.id

© 2011 PT Kralatau Daya Listrik